Sejarah Jurusan Teknik Mesin

sejarah-teknik-mesin-politeknik-negeri-bali

SEJARAH JURUSAN TEKNIK MESIN

Politeknik Negeri Bali pada awal pendiriannya berinduk pada Universitas Udayana sehingga bernama Politeknik Universitas Udayana, telah mulai berjalan sejak tahun ajaran 1987/1988, dengan kuliah perdana dimulai tanggal 5 Oktober 1987. Persiapan pendirian sudah dilakukan sejak 1 April 1984, dimana Rektor Universitas Udayana menugaskan Ir. Ketut Kinog dan Drs. Abdullah Jawas sebagai staf yang ditugaskan mempersiapkan Pembukaan Program Politeknik, untuk memenuhi permintaan Direktur P1U Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik di Bandung, dalam persiapan Pembukaan Politeknik di Universitas Udayana. Tanggal 17 Mei 1985, sambil menunggu Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, maka Direktur PIU Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik menugaskan Ir.Ketut Kinog dan Drs. Abdullah Jawas masing-masing sebagai Direktur PIU dan Sekretaris Politeknik Unud dengan Surat Tugas No. 038/UPI4/1985.

Pada tanggal 3 Desember 1985, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi menetapkan Pembentukan Politeknik Unud bersama 16 Politeknik lainnya, dengan Surat Keputusan No.80/DIKTI/Kep/1985 SK ini telah diperbaharui dengan SK/No.81/DIKTI/Kep/1989 tanggal 10 Agustus 1989, dimana struktur pimpinan Politeknik Unud berubah menjadi :

  • Direktur Ir. Ketut Kinog.
  • Asisten Direktur I Ida Bagus Putu Widiarta.
  • Asisten Direktur II I Wayan Tjatera, MSc.
  • Teknik Sipil: Ir. Nyoman Martha Jaya.
  • Teknik Mesin: Ir. I Wayan Surata.
  • Teknik Elektro: Ir. I Gde Ketut Sri Budarsa.
  • Akuntansi: I Ketut Sudiartha, SE.
  • Administrasi Niaga: I Made Sarjana, SE.
  • Kajur Pariwisata: Drs. I Ketut Sardiana.

 

Pada bulan Januari 1990, Ir. I Wayan Surata ditarik kembali ke Fakultas Teknik dan pada bulan September 1990, Asisten Direktur II, I Wayan Tjatera.MSc. mendapat tugas belajar ke Kanada, sehingga tidak dapat melanjutkan tugasnya. Maka dengan SK. No. 121/DIKTI/Kep/1990 tanggal 30 Oktober 1990, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi menunjuk Ir. Tjokorda Gde Suwarsa Putra sebagai Asisten Direktur II dan Ir. I Nyoman Gunung sebagai Kajur Teknik Mesin

Kemudian berdasarkan SK. Mendibud. No. 081/0/1997 tanggal 28 April 1997, Politeknik Unud melepaskan diri dari induknya dan berubah nama menjadi Politeknik Negeri Bali sebagai salah satu bentuk Perguruan Tinggi. Peresmiannya dilakukan oleh Sekretaris Dirjen Dikti pada  hari Jumat, 12 September 1997.

Jurusan Teknik Mesin sebagai salah satu jurusan di bidang teknologi berperan aktif dalam mengemban dan mewujudkan visi dan misi Politeknik Negeri Bali (PNB) melalui pendidikan, penelitian dan penerapan ilmu, teknologi serta hasil-hasil penelitian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurusan Teknik Mesin menyelenggarakan pendidikan professional berkeahlian terapan di bidang mesin dan energi berkelanjutan yang didukung oleh keilmuan dan mengedepankan hands on experience (praktek) dengan melibatkan kegiatan di laboratorium, bengkel-kerja dan industri.

Jurusan Teknik Mesin saat ini menyelenggarakan 2 (dua) prodi yaitu: Prodi  D3 Teknik Mesin dan Prodi D3 Teknik Pendingin  dan Tata Udara (TPTU) di mana keduanya telah terakreditasi dengan nilai B.

Proses pembelajaran di Jurusan Teknik Mesin didukung oleh Dosen berkualifikasi S3 dan S2 baik lulusan dalam maupun luar negeri yang sebagian besar telah menyandang serftifikat pendidik (Sertifikasi Dosen) serta dilengkapi dengan sarana ruang kelas yang representatif, beberapa lab diantaranya : Lab. Teknologi Mekanik, Lab. Refrigrasi , Lab. Tata Udara, Lab. Uji Bahan – Pneumatik Hidrolik, Lab. Otomotif serta Lab. Kontrol Otomasi.

Kami terus berupaya meningkatkan fasilitas pelayanan pendidikan baik kualitas maupun kuantitas dengan harapan mampu mengantarkan mahasiswa menjadi lulusan  dengan kompetensi yang siap diterima oleh dunia industri. Lulusan kami sudah tersebar di berbagai industri, dan yang lebih dominan adalah di perhotelan sebagai engineer. Dan yang membanggakan kami saat ini alumni kami telah banyak mencapai posisi penting sebagai Chief Engineer Hotel. Ke depan, dengan pertumbuhan jumlah hotel di bali yang begitu pesat, kami yakin kebutuhan tenaga engineering semakin besar. Untuk itu kami mengajak calon mahasiswa untuk bergabung bersama kami untuk masa depan yang lebih baik.